Rasa nyeri kencing batu bukan sekadar medis, Islam punya ikhtiar doa dan ayat yang diamalkan para ulama sejak dulu.
ARROSYID.OR.ID – Penyakit kencing batu atau batu ginjal merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup menyiksa.
Rasa nyeri hebat, sulit buang air kecil, hingga risiko komplikasi membuat banyak penderita mencari berbagai ikhtiar kesembuhan.
Dalam Islam, selain usaha medis, umat dianjurkan untuk menempuh ikhtiar spiritual melalui doa dan ayat-ayat Al-Qur’an.
Artikel ini membahas doa penyakit kencing batu, lengkap dengan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ, ayat-ayat Al-Qur’an yang diamalkan para ulama, serta amalan yang diriwayatkan dalam kitab Syamsul Ma’arif karya Syekh Ahmad bin Ali al-Buni.
Doa Penyakit Kencing Batu dalam Islam
Dalam pandangan Islam, penyakit bukan semata-mata musibah, melainkan juga ujian dan jalan penghapus dosa.
Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk memohon kesembuhan langsung kepada Allah, Sang Maha Penyembuh (Asy-Syafi).
Doa ini bersifat umum dan sering dibaca untuk berbagai penyakit, termasuk gangguan ginjal dan kencing batu. Berikut doanya:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Allahumma rabban-nāsi adzhibil ba’sa, isyfi antas-syāfī, lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yugādiru saqaman.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah ﷺ biasa membaca doa ini ketika menjenguk orang sakit.
Ayat Al-Qur’an untuk Ikhtiar Penyembuhan Kencing Batu
Selain doa Nabi ﷺ, para ulama juga mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai wasilah penyembuhan. Salah satu rujukan yang sering disebut adalah kitab Syamsul Ma’arif wa Lathaiful Anwar karya Syekh Ahmad bin Ali al-Buni.
Dalam kitab tersebut disebutkan amalan khusus bagi penderita kencing batu, dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an tertentu.
Syekh Ahmad bin Ali al-Buni menjelaskan:
Apabila ada seseorang yang menderita penyakit kencing batu, maka hendaknya menuliskan ayat-ayat tertentu di atas daun pisang muda, kemudian direndam dalam air, lalu airnya diminumkan kepada orang yang sakit tersebut dengan tata cara tertentu.
Adaoun tata cara amalan yakni: Tuliskan ayat-ayat Al-Qur’an yang disebutkan di bawah pada daun pisang yang masih muda, kemudian buat garis persegi empat sebagai pembatas tulisan.
Setelah itu, masukkan daun tersebut ke dalam air bersih. Pada pukul 12 malam, embunkan air tersebut di tempat terbuka, misalnya di genting atau halaman, selama minimal dua jam.
Pagi harinya, setelah salat Subuh, air tersebut diminumkan kepada orang yang menderita penyakit kencing batu. Amalan ini sebaiknya dilakukan secara rutin dengan niat memohon kesembuhan dari Allah Swt.
Ayat yang yakni:
Surah Al-Waqi’ah Ayat 5–6
وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا
فَكَانَتْ هَبَاءً مُّنْبَثًّا
Artinya: “Dan gunung-gunung dihancur-luluhkan sehancur-hancurnya, lalu menjadi debu yang beterbangan.”
Surah Al-Haqqah Ayat 14
وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
Artinya: “Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu keduanya dihancurkan sekali hancur.”
Lalu juga tulisan teks berikut:
اَللّٰهُ اَللّٰهُ اَللّٰهُ اَللّٰهُ اَللّٰهُ
Para ulama memahami bahwa ayat-ayat ini menggambarkan kehancuran sesuatu yang keras menjadi hancur dan luluh.
Dalam konteks ikhtiar spiritual, ayat ini dijadikan simbol doa agar batu kencing yang keras diluluhkan dan dimudahkan keluarnya dengan izin Allah SWT.
Mengamalkan doa penyakit kencing batu adalah bagian dari ikhtiar batin seorang Muslim. Namun, Islam juga menekankan keseimbangan antara doa, tawakal, dan usaha medis.
Konsultasi dengan dokter, menjaga pola makan, serta memperbanyak minum air putih tetap menjadi bagian penting dari ikhtiar kesembuhan.
Dengan doa yang tulus, keyakinan penuh kepada Allah Swt, dan usaha yang sungguh-sungguh, insyaallah setiap penyakit memiliki jalan kesembuhan.
وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِۙ
Artinya: “Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkanku.” (QS. Asy-Syu’ara: 80). []











