Amalan ini tidak hanya menentramkan hati tapi juga menjadi penambah timbangan amal.
ARROSYID.OR.ID – Zikir adalah ibadah yang sangat mudah dilakukan siapa saja, namun manfaat dan pahalanya sangat besar. Salah satu zikir yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw adalah dua kalimat yang ringan diucapkan, tapi berat di timbangan amal.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى الْلِسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ، حَبِيِبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ العَظِيمِ
“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan (amal), dan disukai oleh Tuhan Yang Maha Pengasih adalah: ‘Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adzim’.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Makna kalimat ini sangat dalam:
- Subhanallah wabihamdihi (سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ): Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya
- Subhanallahil adzim (سُبْحَانَ اللهِ العَظِيمِ): Maha Suci Allah Yang Maha Agung
Zikir ini bisa dibaca kapan saja, seperti saat berjalan, berkendara, menunggu, atau waktu senggang. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa menyebut nama Allah, apalagi dengan zikir yang dicintai oleh Ar-Rahman.
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Muslim, terdapat bentuk zikir yang juga luar biasa:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Subḥānallāhi wa biḥamdihi ‘adada khalqihi wa riḍā nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midāda kalimātihi
“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh keredaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (HR. Muslim)
Diriwayatkan bahwa istri Nabi, Juwairiyah binti Al-Harits radhiyallahu ‘anha, duduk berzikir sejak Subuh hingga Dhuha.
Rasulullah pun bersabda bahwa beliau sendiri hanya membaca empat kalimat ini sebanyak tiga kali dan pahalanya sebanding atau bahkan lebih berat dari apa yang dibaca Juwairiyah.
Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa: Pertama, dua kalimat ini menjadi motivasi untuk berdzikir. Kedua, disebut “dicintai Ar-Rahman” karena menunjukkan kecintaan Allah kepada hamba yang mengucapkannya.
Ketiga, ringan di lisan menunjukkan kemudahan amalan ini. Keempat, berat di timbangan artinya pahalanya sangat besar.
Allah juga menyebut dzikir dalam Al-Qur’an sebagai bagian dari doa penduduk surga:
دَعْوَهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ، وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ، وَآَخِرُ دَعْوَهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِينَ
Artinya: “Doa mereka di dalamnya adalah: ‘Subhanakallahumma’, dan salam penghormatan mereka adalah: ‘Salam’. Dan penutup doa mereka adalah: ‘Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamin’.” (QS. Yunus: 10)
Kalimat “Subhanallah” berarti menyucikan Allah dari segala kekurangan. “Wabihamdihi” berarti segala puji bagi-Nya, dan “al-‘Azim” bermakna Maha Agung.
Zikir ini adalah bentuk koneksi kita kepada Allah, tidak hanya lewat lisan tapi juga lewat hati.
Semoga kita semua dimudahkan untuk selalu mengamalkan dzikir ini. Zikir yang ringan, disukai Allah, dan memberi pahala besar.
Mari jadikan zikir ini bagian dari keseharian kita dan semoga menjadi pemberat amal baik di hari kiamat. []