Tradisi takbir keliling di Masjid I’tikaf Ar-Rosyid, Banjardowo, Genuk Kota Semarang berlangsung meriah dengan hiasan dan pesta kembang api.
ARROSYID.OR.ID – Masjid Masjid I’tikaf Ar-Rosyid kembali menggelar tradisi tahunan takbir keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga RT 02 RW 06 Banjardowo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, dengan penuh antusiasme dan semangat kebersamaan.
Takbir keliling dimulai dari halaman masjid setelah sebelumnya dibuka secara resmi oleh Ketua Takmir, Lukni Maulana.
Dalam sambutannya, Lukni mengingatkan para peserta untuk tetap berhati-hati selama di perjalanan serta menjaga ketertiban umum agar kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Ia kemudian memimpin pembacaan takbir dan sholawat yang diikuti oleh seluruh jamaah, menciptakan suasana khidmat sekaligus meriah.
Rombongan takbir keliling bergerak menyusuri rute yang telah ditentukan dengan membawa berbagai hiasan menarik.
Miniatur masjid, ornamen berbentuk bintang, serta lampu hias warna-warni turut memeriahkan suasana malam takbiran.
Lantunan takbir yang menggema di sepanjang perjalanan menambah kekhusyukan sekaligus menjadi syiar Islam di lingkungan setempat.
Setelah mencapai titik tujuan, rombongan kembali menuju halaman masjid sebagai titik akhir kegiatan. Setibanya di lokasi, jamaah disuguhkan hiburan berupa pesta kembang api yang menjadi puncak acara.
Beragam jenis kembang api dengan letupan dan cahaya warna-warni menghiasi langit malam, menambah semarak suasana perayaan Idul Fitri.
Rangkaian Kegiatan Idul Fitri
Selain takbir keliling, Masjid I’tikaf Ar-Rosyid sebelumnya juga telah melaksanakan penyaluran zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak menerima.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah Ramadan yang bertujuan untuk membantu sesama sekaligus menyempurnakan ibadah puasa.
Pada pagi harinya, masjid tersebut kembali menggelar salat Idul Fitri berjamaah di halaman masjid. Ratusan jamaah hadir untuk menunaikan ibadah tersebut dengan penuh kekhusyukan.
Dalam mukadimahnya, Lukni Maulana mengajak para jamaah untuk merenungkan makna Ramadan dan Idul Fitri.
Ia menyampaikan bahwa tidak ada jaminan setiap orang akan kembali bertemu Ramadan di tahun berikutnya.
“Bisa jadi ini adalah Ramadan terakhir bagi kita, bisa jadi ini adalah Idul Fitri terakhir bagi kita,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun manusia mengenakan pakaian terbaik di hari raya, hal tersebut belum tentu diri kita menjadi orang baik.
Lebih lanjut, Lukni menekankan pentingnya keikhlasan dalam saling memaafkan serta harapan agar Allah Swt mengampuni dosa. Ia menutup dengan doa agar seluruh jamaah dapat kembali dipertemukan dengan Ramadan dan Idul Fitri di tahun mendatang.
Pelaksanaan salat Idul Fitri dipimpin oleh imam Bapak Musthofa, sementara khutbah disampaikan oleh Muhammad Arif Fauzan.
Dalam khutbahnya, Arif menegaskan bahwa kemenangan sejati tidak hanya ditandai dengan berakhirnya puasa, tetapi juga terletak pada kemampuan seseorang untuk memaafkan orang lain dan memperoleh ampunan dari Allah Swt.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan mempererat tali silaturahmi sebagai bagian dari nilai utama Idul Fitri.
Dengan demikian, rangkaian kegiatan yang digelar Masjid I’tikaf Ar-Rosyid tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sarana memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat. []
Video selengkapnya:











