News

KH Ubaidullah Shodaqoh Soroti Dampak Penambangan dan Pembalakan terhadap Banjir

Admin
×

KH Ubaidullah Shodaqoh Soroti Dampak Penambangan dan Pembalakan terhadap Banjir

Sebarkan artikel ini
KH Ubaidullah Shodaqoh banjir
Potongan laya Akun X KH Ubaidullah Shodaqoh

Sindiran “mobil pribadi masa depan” jadi peringatan keras tentang bahaya kerusakan alam dan banjir yang kian dianggap biasa.

ARROSYID.OR.ID — Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh, menyoroti persoalan serius kerusakan lingkungan akibat penambangan dan pembalakan yang terus dibiarkan, Sabtu (17/01/2026).

Melalui akun media sosial X @Ubaidullah_Sdq, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak eksploitasi alam yang dinilai semakin nyata dan berisiko memperparah bencana ekologis, terutama banjir.

Dalam salah satu unggahannya, KH Ubaidullah Shodaqoh menuliskan, “Mobil pribadi masa depan kelak jika penambangan dan pembalakan terus dibiarkan.”

Pernyataan tersebut merupakan sindiran atas kemungkinan kondisi lingkungan di masa depan. Istilah mobil pribadi masa depan sebagai gambaran satir bahwa banjir dapat menjadi situasi yang lazim apabila kerusakan alam tidak segera dihentikan.

Unggahan itu menggambarkan kekhawatiran atas lemahnya pengendalian terhadap aktivitas penambangan dan pembalakan, termasuk yang bersifat ilegal.

Kerusakan hutan dan daerah resapan air dinilai berkontribusi besar terhadap meningkatnya risiko banjir, longsor, serta menurunnya kualitas lingkungan hidup masyarakat.

Tidak hanya itu, pada tahun 2024, melalui akun yang sama, KH Ubaidullah Shodaqoh kembali mengingatkan agar bencana banjir tidak dipandang sebagai kejadian yang wajar.

Ia menilai terdapat kecenderungan untuk menerima banjir besar sebagai fenomena rutin, tanpa upaya serius untuk menyentuh akar persoalan.

Dalam unggahannya, ia menulis, “Saya khawatir seolah menganggap bahwa banjir besar yang terjadi adalah kewajaran bukan karena perusakan alam, eksploitasi yang berlebihan dan penanggulangan yang setengah hati sehingga tidak perlu penanganan serius pemerintah.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa banjir bukan semata-mata persoalan cuaca atau alam, melainkan erat kaitannya dengan aktivitas manusia yang merusak lingkungan serta lemahnya upaya mitigasi dan penanganan dari pihak berwenang.

Menurutnya, eksploitasi berlebihan tanpa pengelolaan yang berkelanjutan akan memperparah risiko bencana di masa mendatang.

Melalui berbagai pernyataannya di media sosial, KH Ubaidullah Shodaqoh mendorong adanya kesadaran bersama bahwa kerusakan lingkungan merupakan masalah serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan yang sungguh-sungguh.

Ia menekankan pentingnya tanggung jawab semua pihak, termasuk pemerintah, untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestarian alam demi mencegah bencana yang lebih besar di kemudian hari. []